Uprak kelas saya mengangkat kisah dr. Lo Siaw Ging, sosok yang dikenal karena pengabdian, keteguhan hati, dan kepeduliannya pada sesama. Saya memang tidak memerankan tokoh utama, hanya menjadi siswa dalam satu adegan, sekaligus bertugas sebagai sie musik dan penyanyi di scene terakhir. Meski begitu, saya mendapat banyak pelajaran berharga, baik secara pribadi maupun dalam kerja tim.
Menurut saya, bagian hidup dr. Lo Siaw Ging yang paling menginspirasi adalah keteguhannya dalam melayani orang lain meskipun menghadapi banyak tantangan. Ia tidak memilih jalan yang mudah, tetapi tetap setia pada panggilannya. Dari situ saya belajar bahwa makna hidup bukan soal terkenal atau tidak, melainkan tentang ketulusan dan tanggung jawab. Sekecil apa pun peran kita, jika dijalani dengan sungguh-sungguh, tetap bisa berdampak besar.
Sebagai sie musik dan penyanyi, saya belajar bahwa keberhasilan pertunjukan bukan hanya karena pemeran utama, tetapi hasil kerja sama seluruh tim. Saya belajar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan peka terhadap kebutuhan teman-teman lain agar semuanya berjalan lancar.
Selama proses ini, saya juga merasakan dua keutamaan Vinsensian: kerendahan hati dan mati raga. Saya belajar menerima peran sederhana dengan tulus, serta rela mengorbankan waktu untuk latihan demi hasil yang maksimal. Pengalaman Uprak ini membuat saya semakin menghargai proses dan bertumbuh dalam sikap tanggung jawab, pelayanan, dan kebersamaan.
** Dokumentasi :
- Foto :

-. Foto Latihan H-30 di Rumah Mandy sekaligus latihan vokal nyanyi untuk MC.

-. Latihan Koreo Flashmob Scene 7 yang dibagi menjadi beberapa grup agar mempermudah latihan.

-. Bagian Saya yang muncul di Scene 5 sebagai Siswa/Residen Klinik bersama dengan kedua rekan saya.

-. Bagian Saya saat nyanyi “How Great Thou Art” di Scene terakhir saat Pagelaran.
(Mohon abaikan teks “Lika-liku nyari Effeny” sebab ini foto dari story instagram)

-. Bersama dengan para Koordinator lain saat setelah selesai Pagelaran.

