Dokumentasi (Video):
Mengetes kemampuan tari untuk pertama kalinya dengan latihan tarian demo/scene ke-7 di kelas (Jumat, 9 Januari 2026)
Latihan di Bangsal untuk pertama kalinya (Senin, 12 Januari 2026)
Latihan sinopsis di Francis Room (Selasa, 13 Januari 2026)
Latihan para preman di scene ke-3 di Francis Room (Selasa, 13 Januari 2026)
Cuplikan latihan scene ke-1 di Francis Room (Selasa, 13 Januari 2026)
Latihan awal scene ke-5 sebelum diubah tanpa nyanyian di Francis Room (Selasa, 13 Januari 2026)
Latihan runthrough di Vhall dengan Pak Wid (Rabu, 14 Januari 2026)
Latihan scene ke-2 di studio dance Vision di Marvell (Kamis, 22 Januari 2026)
Keadaan Latihan saat di studio dance Vision di Marvell (Kamis, 22 Januari 2026)
Latihan perpindahan props dan runthrough di dance studio Vision di Marvell (Kamis, 22 Januari 2026)
Evaluasi runthrough di dance studio Vision di Marvell (Kamis, 22 Januari 2026)
Keadaan latihan scene ke-1 di Francis Room (Selasa, 3 Februari 2026)
Latihan di dance studio Vision di Marvell untuk H-4 (Senin, 9 Februari 2026)
Menunggu giliran perform di Bangsal untuk Gladi Kotor/H-3 (Selasa, 10 Februari)
Persiapan di kelas untuk Gladi Bersih/ H-2 (Rabu, 11 Februari 2026)

Foto terakhir sebelum masuk ke Bangsal untuk tampil di Hari-H (Jumat, 13 Februari 2026)
Mulai dari persiapan hingga akhirnya tampil di panggung, banyak hal yang terjadi dan dapat dipelajari ulang. Beberapa masalah muncul sepanjang jalan, mau itu propnya tiba-tiba rusak atau ada yang terjatuh sakit, tapi kita jadi belajar untuk bekerjasama untuk menyelesaikan dan melalui masalah-masalah tersebut. Salah satu hal yang menonjol dari drama uprak kelas XII D2 adalah tokoh yang kita ambil, yaitu dr. Lo Siaw Ging. Ia memiliki sifat yang tegas dan tangguh dalam pendiriannya serta imannya meskipun dalam kehidupannya menemui sekian banyaknya tantangan.
Hal lain lagi yang menonjol untuk diriku terhadap karakter dr. Lo ini adalah saat awal sebelum memulai karirnya sebagai dokter, ia dipertanyakan oleh orang tuanya, apakah ia yakin untuk menjadi dokter? Jika ia benar menjadi seorang dokter, maka ia tidak boleh memikirkan secara bisnis, harus dilakukan tanpa pamrih. Jawabannya dr. Lo menunjukkan ketegasannya dalam iman dan pendiriannya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa di sekitarnya. Menurutku, tidak mudah untuk melepaskan keinginan duniawi dengan begitu tegasnya dan bahkan memegang perkataan tersebut hingga akhir hidupnya. Sehingga, cerita dr. Lo ini memikat orang dari awal hingga akhir dengan jawabannya itu.
Selain itu, aku juga bermain sebagai pemeran dalam drama uprak kelasku secara langsung maupun dari belakang. Secara langsung, aku berperan sebagai dokter dalam rumah sakit dr. Lo yang dipanggil saat darurat. Dari belakang, aku bekerja di sie dekorasi dan publikasi. Dimana aku sudah mendesain satu prop yaitu telfon hijau dan merakitnya juga bersama teman-teman sekelas, selain itu aku juga berdiskusi untuk membuat postingan “Meet the Characters” dan membantu dalam pembuatannya juga. Aku pun jadi tersadar bahwa banyak hal yang harus dipikirkan untuk berhasil menjalankan sebuah drama dengan cerita yang kompleks ini. Namun dengan bekerja sama sekelas, kita bisa melaksanakan drama uprak ini dengan baik dan lancar, mau dari latihannya, pembuatan prop sampai nanti saat kita beraksi diatas panggung didepan semua orang. Aku juga membantu dalam pembuatan koran bersama-sama untuk scene ke-7 atau demo, dimana dr.Lo membuka pintu dengan Maria menghadapi aksi demo masyarakat yang tidak setuju dengan praktiknya.
Jika ditanya, keutamaan vinsensian apa yang paling menonjol dari seluruh proses menjalankan uprak ini, aku memilih kerendahan hati dan kelemahlembutan. Dengan kedua sifat ini, banyak kesulitan dapat ditangani. Kerendahan hati karena selama bekerja sama dengan sekelas, aku jadi sadar betapa banyaknya hal yang bisa dilakukan jika dilakukan bersama-sama daripada bekerja sendiri. Selain itu, aku juga sadar aku ada kekurangan dalam mengingat beberapa hal, tapi dibantu oleh teman-teman sehingga aku tidak khawatir ataupun kelupaan. Bekerja sama dengan mereka semua merupakan pengalaman yang seru dan sebuah pelajaran bagiku juga untuk menerima kritik dan saran saat salah. Kelemahlembutan juga muncul di saat-saat panas, dimana beberapa orang frustasi dari berbagai macam hal, mau itu kesusahan menghafalkan tarian ataupun saat memerankan karakternya dengan akurat dan mendalami. Kita jadi semakin sabar dengan sesama, tetap sopan dalam mengingatkan sesama.
Konklusi dari refleksiku ini adalah untuk tidak takut dalam berbuat hal apalagi saat kita ditemani oleh teman-teman yang sanggup dan ingin membantu sesama, lalui saja kesusahan dan kesenangannya karena pada akhirnya kita pasti mencapai tujuannya bersama.
