


Sebagai siswa kelas XII semester 2 di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, ujian praktik menjadi salah satu tahap akhir yang sangat berkesan dalam perjalanan pendidikan saya di SMA. Ujian ini bukan hanya menguji kemampuan akademik dan keterampilan seni, tetapi juga mengajak saya untuk merenungkan nilai-nilai hidup yang selama ini saya jalani. Melalui proyek kolaboratif berupa drama musikal yang mengangkat kisah Dr. Lo Siaw Gung dari Solo, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, baik secara pribadi maupun dalam kerja sama dengan orang lain.
Bagian kehidupan Dr. Lo Siaw Gung yang paling menarik perhatian saya adalah masa kecilnya. Dalam drama musikal ini, saya memerankan Dr. Lo kecil, sehingga saya berusaha memahami bagaimana nilai-nilai kehidupan tokoh tersebut mulai terbentuk sejak usia muda. Saya melihat bahwa sejak kecil, Dr. Lo sudah memiliki kepekaan terhadap penderitaan orang lain serta semangat untuk menolong sesama. Hal ini sangat menginspirasi saya, karena menunjukkan bahwa kepedulian dan semangat melayani tidak muncul begitu saja ketika seseorang dewasa, tetapi tumbuh sejak dini melalui pengalaman hidup dan pilihan-pilihan kecil yang dilakukan secara konsisten. Kisah ini membuat saya merenungkan bagaimana saya menjalani masa muda saya sendiri dan nilai apa yang sedang saya bangun untuk masa depan.
Dalam ujian praktik ini, saya menjalankan dua peran sekaligus, yaitu sebagai pemeran Dr. Lo kecil dan sebagai sound man yang bertugas memasangkan clip-on microphone di backstage. Saat memerankan Dr. Lo kecil, saya tampil dalam adegan kilas balik ketika ia masih anak-anak. Dalam adegan tersebut, Dr. Lo kecil berjalan menemui papa dan mamanya dengan perasaan gugup karena ingin menyampaikan cita-citanya menjadi seorang dokter. Melalui adegan ini, saya berusaha menampilkan perasaan ragu, takut, tetapi juga penuh harapan, agar penonton dapat merasakan pergulatan batin seorang anak yang mulai memiliki impian besar dalam hidupnya. Pengalaman ini melatih saya untuk lebih peka dalam mengekspresikan emosi melalui gerak tubuh dan ekspresi wajah, sekaligus membantu saya memahami bahwa keputusan besar sering kali berawal dari keberanian yang sederhana.
Di sisi lain, tugas saya sebagai sound man mengajarkan tanggung jawab yang tidak kalah penting, meskipun dilakukan di balik layar. Saya harus memastikan setiap pemeran siap secara teknis, terutama dalam pemasangan clip-on microphone, sebelum mereka naik ke panggung agar pertunjukan dapat berjalan dengan lancar. Dalam prosesnya, saya juga menghadapi tantangan yang cukup menuntut ketelitian, yaitu menentukan jenis clip-on dan microphone yang paling sesuai untuk masing-masing tokoh dan pemain. Setiap pemeran memiliki karakter suara, kostum, dan kebutuhan panggung yang berbeda, sehingga tidak semua perangkat dapat digunakan dengan cara yang sama. Awalnya, hal ini cukup membingungkan dan membuat saya merasa ragu dalam mengambil keputusan teknis.
Namun, kesulitan tersebut tidak saya hadapi sendirian. Saya belajar untuk memperbaiki komunikasi dan berdiskusi lebih terbuka dengan rekan sound man saya, Bryan Richard. Melalui kerja sama yang lebih intens, kami saling bertukar pendapat, mencoba beberapa pilihan, serta mengevaluasi hasilnya bersama. Dari proses itu, kami dapat menentukan penggunaan perangkat yang paling sesuai bagi setiap pemeran. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa tantangan teknis dapat diatasi dengan komunikasi yang jelas, kerja sama yang baik, dan kemauan untuk saling mendengarkan.
Secara keseluruhan, pengalaman menjadi sound man membuat saya semakin memahami bahwa tanggung jawab di balik layar sama pentingnya dengan peran di atas panggung. Saya belajar bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan tidak hanya ditentukan oleh mereka yang tampil di hadapan penonton, tetapi juga oleh kerja keras, ketelitian, dan kekompakan orang-orang yang bekerja di belakangnya. Pengalaman ini tidak hanya menambah keterampilan teknis saya, tetapi juga memperkuat sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kesadaran bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki arti penting dalam sebuah karya bersama.
