
Tokoh yang diambil dalam ujian praktik kelas kami adalah Dr. Lo. Bagian hidupnya yang paling menarik bagi saya adalah ketika ia berada dalam situasi sulit yang menuntut pengorbanan pribadi demi menjalankan tanggung jawab dan nilai yang ia yakini. Dr. Lo tidak hanya digambarkan sebagai sosok yang cerdas, tetapi juga sebagai pribadi yang teguh dalam prinsip dan memiliki kepedulian besar terhadap sesama. Dalam berbagai konflik yang ia hadapi, ia harus menekan kepentingan dan perasaannya sendiri demi kebaikan yang lebih besar. Dari tokoh ini, saya belajar bahwa integritas bukan hanya tentang kemampuan, tetapi tentang keberanian untuk tetap setia pada nilai yang benar, meskipun hal tersebut tidak selalu mudah. Sikap konsisten dan ketulusan Dr. Lo menjadi inspirasi bagi saya untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalani peran saya sendiri.
Dalam proyek kolaboratif ujian praktik ini, saya bertugas sebagai lighting. Tugas saya adalah mengatur lampu panggung agar sesuai dengan suasana cerita dan membantu memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Peran ini mengajarkan saya bahwa lighting bukan hanya sekadar teknis menyalakan dan mematikan lampu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun suasana pagelaran. Saya harus fokus, disiplin, serta mampu berkoordinasi dengan operator lighting dan teman lainnya agar setiap pergantian adegan berjalan lancar. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa setiap peran dalam sebuah tim memiliki arti yang sama pentingnya. Jika satu bagian tidak berjalan dengan baik, maka keseluruhan pertunjukan dapat terganggu. Karena itu, saya berusaha menjalankan tugas saya dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.
Selama proses ujian praktik ini, saya juga belajar dan mempraktikkan dua keutamaan Vinsensian, yaitu matiraga dan kerendahan hati. Matiraga saya rasakan ketika harus menahan rasa lelah selama latihan yang cukup panjang, tetap fokus meskipun kondisi fisik tidak selalu prima, serta mengutamakan kepentingan kelompok dibandingkan kenyamanan pribadi. Saya belajar untuk mengendalikan diri dan tetap berkomitmen pada tugas yang sudah dipercayakan kepada saya. Selain itu, kerendahan hati juga sangat terasa dalam kerja tim ini. Saya menyadari bahwa keberhasilan pertunjukan bukanlah hasil kerja individu, melainkan hasil kerja bersama. Saya belajar menerima masukan dari teman, menghargai kontribusi setiap anggota tim, dan tidak merasa paling penting hanya karena memiliki peran tertentu. Melalui pengalaman ini, saya tidak hanya berkembang dalam keterampilan teknis, tetapi juga dalam pembentukan karakter yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.






