https://youtu.be/K-BH_YwsyNY?si=ffN_YvriuZGQ5wkr


Tokoh uprak kelas kami adalah Dr. Lo, dan kami memilihnya secara bersama-sama karena merasa beliau adalah tokoh yang paling kuat, inspiratif, dan menyentuh dalam keseluruhan cerita. Adegan ketika Dr. Lo dilindungi oleh para pasien lamanya saat beliau dikepung dalam peristiwa tahun 1998 menjadi momen yang paling membekas bagi kami. Adegan itu bukan hanya dramatis, tetapi juga sarat makna, karena menunjukkan bahwa kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak pernah sia-sia. Dr. Lo tidak hanya bekerja sebagai dokter yang menjalankan tugas profesionalnya, tetapi benar-benar melayani pasien dengan hati, penuh kasih, perhatian, dan rasa peduli yang besar. Ia memperlakukan setiap pasien sebagai manusia yang berharga dan layak dihormati, tanpa membedakan latar belakang mereka. Hubungan yang ia bangun bukan sekadar hubungan dokter dan pasien, tetapi hubungan yang didasari rasa kemanusiaan. Karena ketulusannya itulah para pasien merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dan terdorong untuk melindunginya sebagai bentuk balas budi dan rasa terima kasih. Dari tokoh ini kami belajar bahwa kebaikan yang dilakukan secara konsisten, meskipun terlihat sederhana, dapat meninggalkan dampak yang sangat besar dan membangun kepercayaan yang mendalam.

Dalam proyek ujian praktik ini, saya berperan sebagai perawat dalam drama dan berusaha menjalankan peran tersebut dengan sungguh-sungguh agar alur cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. Saya belajar menghafal dialog, menyesuaikan ekspresi, mengatur intonasi suara, dan membangun chemistry dengan pemain lain supaya adegan terlihat natural dan tidak kaku. Selain menjadi pemain, saya juga menjadi bagian dari tim koreografi yang menuntut kekompakan, disiplin waktu, dan latihan berulang kali agar gerakan terlihat rapi dan selaras dengan musik. Beberapa kali saya juga membantu bagian perlengkapan dengan menyiapkan properti yang dibutuhkan, sehingga saya semakin menyadari bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan tidak hanya bergantung pada pemain utama, tetapi pada kerja sama seluruh tim di belakang layar.
Kendala terbesar yang kami hadapi adalah ketika kami diberitahu adanya masalah copyright lagu dan kemungkinan kami harus mengganti seluruh lagu atau tidak bisa melakukan live stream. Tentunya masalah ini cukup membuat kami bingung karena drama kami merupakan musikal, sehingga lagu menjadi bagian utama yang menyatu dengan alur cerita, emosi, dan koreografi. Mengganti lagu berarti harus merombak hampir seluruh konsep, termasuk gerakan, transisi adegan, dan penghayatan pemain, sementara waktu yang tersisa kurang dari dua minggu sebelum hari-H. Namun, dari tantangan itu kami belajar untuk tetap tenang, berpikir cepat mencari solusi, berdiskusi bersama, dan saling menguatkan agar pertunjukan tetap dapat berjalan dengan maksimal.
