Pada Selasa, 23 September 2025, kelas XII-D2 memulai babak pertama pertandingan Mahjong antar empat kelompok untuk memperebutkan posisi di ajang antarkelas. Pertandingan ini dilaksanakan di Pohon Cinta SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, tepat pukul 13.05. Mahjong sendiri adalah permainan tradisional asal Tiongkok yang menggunakan kepingan bergambar yang disebut tile. Tujuan utama permainan ini adalah membentuk kombinasi tertentu dari tile yang dipegang, dengan cara mengambil dan membuang tile untuk membentuk set. Siapa pun yang paling cepat membentuk kombinasi lengkap dinyatakan sebagai pemenang.
Dalam pertandingan tersebut, Jesica mewakili kelompok kami dan berhadapan dengan tiga pemain lain, yakni Glenn, Mike dan Marvell. Pertandingan berlangsung seru selama tiga babak yang penuh ketegangan dan strategi. Semua pemain berusaha untuk membaca pola lawan, walaupun ada beberapa pemain yang kurang terbiasa bermain Mahjong. Hasil akhir menempatkan Mike di posisi pertama, diikuti oleh Glenn di posisi kedua, kemudian Marvell, dan Jesica di urutan terakhir.
Tak hanya pertandingan Mahjong, kegiatan hari itu juga dimeriahkan dengan side quest memasak. Dalam cabang ini, perwakilan dari kelompok kami adalah Charyn, Ong, Aureli, dan Monic. Mereka bertugas menyiapkan dua hidangan khas Tiongkok, yaitu Beijing beef dan Tanghulu. Charyn, bertugas sebagai juru masak utama untuk Beijing Beef, sementara Ong Aureli, serta Monic fokus membuat Tanghulu. Proses memasak juga berlangsung menantang; mulai dari beberapa bahan yang sulit diolah, waktu yang terbatas, yang membuat suasana dapur tak kalah ricuh. Meski begitu, dengan koordinasi dan kerja sama yang baik, hasil akhir masakan sukses memuaskan banyak orang. Beberapa guru yang mencicipi masakan memuji rasa dan tampilan makanan yang dibuat oleh XII-D2, di antaranya ialah Pak Leo, Pak Dimas, Bu Alfonsa, dan Bu Harini.
Secara keseluruhan, kegiatan pertandingan Mahjong dan side quest memasak ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh siswa-siswi XII-D2. Dalam pertandingan Mahjong, mereka dilatih untuk berpikir cepat, menyusun strategi, serta mengambil keputusan yang tepat. Sedangkan memasak menantang mereka untuk berkolaborasi untuk tidak hanya menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga memikat mata melalui plating yang menarik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antar siswa. Melalui semangat sportivitas dan kerja sama, kelas XII-D2 berhasil menunjukkan antusiasme dan kreativitas dalam setiap kegiatan.



