
Selasa, 23 September 2025
Di bawah rindangnya Pohon Cinta SMAK St. Louis 1 Surabaya, kelas XII-D2 mengadakan babak terakhir pertandingan Mahjong antar kelompok. Pemenang final dari babak ini akan melaju untuk menghadapi wakil dari kelas lain. Dalam pertandingan kali ini, Glenn menjadi perwakilan dari kelompok kami dan bertanding melawan Jessica, Marvell, serta Mike. Pertandingan berlangsung secara seru dan menegangkan, dengan permainan yang sengit. Meskipun Glenn belum berhasil meraih kemenangan, kami tetap bangga atas perjuangannya hingga akhir.

Bersamaan dengan pertandingan Mahjong, kami juga menjalankan side quest Mandarin berupa kegiatan memasak dua hidangan khas Beijing. Untuk Main Dish, kami membuat Beijing Beef, sedangkan Side Dish-nya adalah Tanghulu. Aku, Natasha, mendapat bagian plating Beijing Beef, dengan memotong lemon sebagai hiasan, menata selada dan memotong tomat berbentuk bunga, serta mencoba membuat keripik tuile untuk mempercantik tampilan hidangan; meski hanya berhasil untuk beberapa piring saja. Di sisi lain, Bryan, Kayne, dan Louis bertanggung jawab membuat Tanghulu. Tim Tanghulu sempat kesulitan menakar gula pelapis dan berkali-kali mencoba hingga akhirnya mendapatkan hasil karamel yang pas dan berkilau.

Proses Tim Beijing Beef memasak tidak berjalan sepenuhnya mulus. Ada daging yang hampir terlalu matang, tuile yang patah, hingga karamel yang tidak mengeras dan terlalu banyak air. Namun, berkat kerja sama dan semangat saling membantu dengan seluruh teman-teman sekelas, kedua hidangan akhirnya tersaji tepat waktu dengan tampilan yang menarik dan cita rasa yang memuaskan.

Setibanya waktu penilaian, para guru dan teman-teman pun datang mencicipi. Banyak yang memuji rasa gurih manis dari Beijing Beef dan keindahan kilau Tanghulu. Walau hasilnya tidak sempurna, kebersamaan dan usaha kami membuat hari itu terasa istimewa.
Melalui pertandingan Mahjong, kami belajar tentang ketenangan dan strategi berpikir, sementara dari side quest memasak, kami belajar arti ketelitian, kerja sama, dan pantang menyerah. Semua pengalaman itu menjadi kenangan berharga — tentang tawa, perjuangan, dan semangat yang tumbuh di bawah Pohon Cinta.

