

Gambar ini adalah hari-hari pertama memulai mengerjakan uprak kami, ini saya bersama teman-teman teman production saya. Saya bersama rekan saya Kevin Ariyanto mengerjakan docs perpindahan mic di docs prouction kami. Di dalam docs itu kami menulis pernorman mic setiap orang dan perpindahannya di setiap scene, saya banyak mengalami kesulitan di bagian ini, yaitu perpidnahan clip on yang paling efisien, saya sering kali bingung cara membuatnya, banyak orang yang pakai clip on dalam setiap scene, terutama di mana scene tersebut memaki semua clip on yang tersedia: berjumlah 15, tetapi kesulitan ini dapat kami atasi bersama bersama teman-teman production yang lain, saya juga dibantu oleh ketua divisi saya dalam membuat perpindahan mic yang paling baik, tetapi kemudian setelah kami selesai membuat jalannya perpindahan mic tersebut, sebuah revisi dari para guru datang.
Clip on main karakter harus 1, 2, 3, 4, 5; tetapi yang saya buat tidak begitu. Dan, para mc pada awal drama pun kami kira pakai mic batang, sehingga karena revisi ini kami harus merombak ulang perpidnahan clip on nya.
Untungnya saya memliki teman-teman yang pintar, jadi kami bersama telah membuat perpindanhan mic yang baru dengan baik.


Gambar-gambar di atas adalah gambar latihan kami, saya pilih dua latihan ini karena di 2 latihan ini: saya dan teman saya Airyanto melatih perpindahan clip on dan melkaukan simulasinyadengan menomori kertas engan nomor setiap clip on dan dicantolkan di baju teman-teman dengan bobby pin. Selain gambar di atas, ada beberapa kali lagi kami melakukan seimulasi perpindahan mic ; contohnya serperti i bangsal serta saat kami sewa di tempat latihan yang lainnya. Saya dan teamn saya mengalami kesulitan dalam melakukan perpinahan mic tersebut, waktu awal-awal kami eprtama kali mencoba, kami gagal memeberikan clip on kepada dua orang, merasanya agak ribet dikit, tetapi untungnya kita latihan lagi di beberapa tempat lain untuk melatih ini
Kesulitan utamanya adalah keribetan dan perpindahna mic yang harus cepat – cepat pada awal drama itu bermulai, saya dan teman saya seiring berjlaannya latihan latihan, telah melakukan ini dengan lebih baik dan kami juga mendapat saran dari pemain-pemain drama dimaan kita dapat melakukan perpindahan mic ini dengan lebih baik
Salah satu aspek yang sedikit kami lupa yaitu keluar masuknya pemain; seorang pemain akan keluar di kiri, seorang pemain akan masuk di kanan , kami perlu berpikir bagaimaana perpidnhan clip on ini tidak terlalu ribet dan muter muter terus
Setelah beberapa revisi kemudian, finalisasi perpindhan clip on telah dilaksanakan dan kami melatih perpindahan clip on tersebut dengan baik dan mantab.

Di atas adalah hasil tim perkab kelas kami, jujur saya tidak terlalu membantu di tim perkab sebab saya ditugaskan untuk melakuakn hal lain yang penting di team production, tugas utama saya di drama ini adalah di team production; saya ini lebih ke tim produciton kalau dibanding dengan tim perkab : yang saya jelaskan di atas adalah tugas saya di tim prouction. Di team perkab, saya membantu beberapa hal, dan hal-hal itu hal-hal yang kecil
Saya cuman membantu dalam membuat koran kertas yang lebar dan besar dengan ngelem-ngelem pinggirannya dengan koran lain, bisa ilihat digambar di atas itu, yang ada korannya itu. Dan koran itu digulung menggnukana tiang serta kain yang menempel di koran tsersebut. Sebenarnya setiap kali kami run through — scene 1 sampai scene 8 dilatih — kami harus membuat koran yang besar dan lebar itu lagi, jadi kami membuat banyak dalam satu hari, teman-teman saya dan saya pada saat membuatnya mengalami bebrapa tragedi kecil aja, seperti koran itu terkena air, sobek, dan 1-3 koran yang bersar dan lebar udaan itu tidak bisa digunakan untuk latihan lagi, jadi kami harus membuatnya ulang lagi, pada akhirnya kami bisa melakukannya dengan selesai dan bagus, masalah lain yang kami alami adalah bagaiaman cara yang plaing cepat dan baik untuk membuka gulungan koran besar dan kain itu, sebab waktunya mepet kalau menunggu narator itu selesai bicara dan penyelesaiannya lumayan lama, salah satu ari teman kami telah emmberiakn ide bagaimana kami dapat membuka gulungun itu denga efisien dan cepat di stage dengan aman sebab koran bisa robek, kemudain kami berlatih menggulung dan membuka gulungan itu beberapa kali sampai bisa. Dan akhirnya, semua berjalan dengan baik.

Ini adalah kendala kecil saat di v-hall saat teman saya mau conncet hdmI ke lcd buat latihan videotronnya, tetapi tidak konekt konek. sehingga kita download obS di laptop teman kami yang lain dan menggunakan laptopnya buat latihan videotron di latihan kali ini.

Tiba hari kita tambil di depan orang tua dan panggung, selama di backstage saya dan teman saya Yanto bersama – sama membantu dalam perpindahan clip on, ini adalah tugas utama kami. Selama perpindahan clip on itu, kami melakuaknnya dengan hati-hati dan, make sure semuanya dipakai oelh pemeran yang tepat, kami tidak mengalami kesulitan hanya perlu melakuakknya dengan benar dan cepat, pada akhirnya kami telah melakuaknnya dengan baik
dan saya juga berperan sebagai orang sakit, acting saya kurang dan telah mengalami beberapa revisi, tetapi: untungnya acting saya sudah lebih membaik dan saya dapat memerankan peran saya dengan acting yang ya…. masih kaku si tapi masih sudah lebih membaik dari latihan ynag di awal – awal
Puji dan syukur kepada Tuhan, drama ini dapat dapat berjalan dengan tuntas serta puas serta dengan setiap pengalaman berharga yang kami telah lewati.
