
Beijing Beef (京酱牛肉丝)
Asal-usul:
Beijing Beef berasal dari tradisi kuliner Tiongkok bagian utara, khususnya daerah Beijing. Awalnya, hidangan ini dikenal sebagai “jing jiuniu rou” (京酱牛肉) — daging sapi yang dimasak dengan saus manis-gurih khas Beijing.
Di masa Dinasti Qing (1644–1912), masyarakat Beijing gemar mengolah daging sapi dengan bumbu kental berbasis saus hoisin, kecap asin, dan gula, karena cocok untuk menghadapi cuaca dingin di utara.
Versi modern dari hidangan ini kemudian dipopulerkan oleh restoran Panda Express di Amerika Serikat pada tahun 2008 dengan nama “Beijing Beef”. Mereka memadukan daging sapi goreng tepung dengan paprika dan bawang bombay dalam saus manis pedas.
Kini, Beijing Beef dikenal sebagai perpaduan cita rasa tradisional Beijing dan gaya masakan modern, disukai karena rasa gurih, manis, dan sedikit pedasnya.
Tanghulu (糖葫芦 )

Asal-usul:
Tanghulu (糖葫芦) adalah camilan tradisional Tiongkok yang berasal dari Beijing pada masa Dinasti Song (sekitar abad ke-12).
Konon, seorang tabib istana menyembuhkan permaisuri Kaisar Song Guangzong yang sakit dengan resep sederhana: ia menyarankan sang permaisuri makan buah hawthorn (shan zha) yang dilapisi gula setiap hari. Setelah sembuh, camilan itu menjadi populer di kalangan rakyat dan disebut “Tanghulu”, artinya buah yang ditusuk dan dibalut gula.
Tanghulu melambangkan kebahagiaan, cinta, dan manisnya kehidupan, sering dijual di jalanan Beijing pada musim dingin.
Kini, tanghulu dibuat dengan berbagai buah seperti stroberi, anggur, atau tomat ceri, dan menjadi camilan ikonik yang menyatukan sejarah, tradisi, dan nostalgia masa kecil.

