Waktu itu, saya ikut kegiatan pertandingan Mahjong. Awalnya, kita bermain antar anggota kelompok. Tapi karena waktu terbatas, akhirnya langsung dilanjut ke pertandingan antar empat kelompok terakir untuk perwakilan agar bisa nentuin siapa yang akan menjadi perwakilan kelas, dan masing-masing kelompok diwakilkan oleh satu orang. Pada waktu itu, saya terpilih jadi wakil kelompok, dan kita main tiga kali. Hasilnya, saya menang di ketiga-tiganya walaupun terkadang saya merasa itu beruntung tetapi saya bersyukur bisa menang dan bisa menjadi perwakilan kelas, apalagi karena permainnya berjalan denan menyenangkan dan menegangkan.
Waktu itu saya merasa cukup bisa baca situasi permainan. Saya coba perhatikan tile yang keluar, kira-kira apa tile yang tidak disimpan oleh musuh-musuh saya dan saya mencoba mikir langkah lawan, dan kapan waktu yang pas buat buang atau ambil tile agar tidak melakukan saya langkah yang membuat musuh menang. Intinya, saya berusaha tetap fokus tapi juga nggak terlalu terburu-buru dan tidak terlalu lama karena ada batas waktu setiap puterannya. Ternyata strategi itu lumayan berhasil, dan saya bisa menyelesaikan permainan sampai akhir. Setelah itu, saya maju lagi jadi perwakilan kelas tapi, kali ini hasilnya beda banget. Saya malah jadi yang paling terakhir. Kalau dipikir-pikir, mungkin karena kurang hoki juga, tapi selain itu saya juga kurang cepat ambil keputusan dan kadang salah langkah. Kadang saya terlalu mikir lama padahal di Mahjong perlu cepat dan benar
Dari pengalaman itu, saya belajar kalau main Mahjong nggak cuma soal keberuntungan. Kita juga harus punya strategi, fokus, dan cepat baca keadaan. Permainan ini benar-benar ngelatih kesabaran, konsentrasi, dan kemampuan buat ambil keputusan cepat. Saya juga belajar buat tetap santai dan sportif, baik saat menang maupun kalah. Buat saya, Mahjong bukan cuma permainan, tapi juga tempat belajar banyak hal dari berpikir untuk taktik yang cocok sampai belajar menerima hasil dengan iklhas.


