Persiapan UPRAK Pagelaran Kelulusan Kelas XII sejauh ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan sekaligus penuh pembelajaran bagi saya. Proses ini tidak hanya menguji kemampuan saya dalam berkarya dan tampil di atas panggung, tetapi juga membentuk sikap, karakter, dan kedewasaan saya sebagai individu. Dalam pagelaran ini, saya berperan sebagai scriptwriter sekaligus dancer dan aktris, sehingga saya harus siap menghadapi berbagai tantangan dan rintangan selama masa persiapan.
Sebagai scriptwriter, saya menghadapi kenyataan bahwa naskah yang saya susun tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana awal. Naskah harus beberapa kali mengalami perubahan karena adanya masukan dari berbagai pihak, penyesuaian konsep, serta kebutuhan teknis di lapangan. Dalam proses pembuatan naskah ini, juga terdapat banyak perbedaan pendapat, bahkan di dalam divisi sendiri. Pada awalnya, hal ini cukup menguji kesabaran saya, karena saya harus merelakan ide-ide yang sudah disusun dengan matang untuk diubah atau bahkan diganti. Namun, melalui proses ini saya belajar untuk semakin rendah hati dan lembut hati dalam menerima opini serta kritik dari orang lain. Saya menyadari bahwa setiap masukan yang diberikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk kepedulian demi kebaikan bersama dan keberhasilan pagelaran.

Nilai ini sangat selaras dengan keutamaan Vinsensian, khususnya kerendahan hati dan kelembutan hati. Saya belajar untuk tidak memaksakan kehendak pribadi, melainkan mendengarkan, memahami, dan menghargai pandangan orang lain dengan sikap terbuka. Kerendahan hati mengajarkan saya untuk menyadari keterbatasan diri, sementara kelembutan hati membantu saya merespons perbedaan pendapat dengan tenang dan penuh pengertian. Melalui proses ini, saya memahami bahwa karya yang baik lahir dari kerja sama yang dilandasi sikap saling menghormati.
Selain menulis naskah, keterlibatan saya sebagai penari di tiga scene juga memberikan tantangan tersendiri. Saya harus kembali belajar menari, menghafal koreografi baru, dan menyesuaikan diri dengan karakter tiap adegan. Latihan yang cukup intens menuntut saya untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap kuat. Pergantian kostum yang cepat di antara scene juga melatih saya untuk lebih sigap, fokus, dan disiplin. Dalam situasi tersebut, saya belajar untuk tidak mudah panik, melainkan tetap tenang dan mengandalkan kerja sama tim sambil berusaha memberikan penampilan terbaik. Manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting selama masa persiapan


Walaupun proses saya banyak terasa untuk mempersiapkan yang terlihat di atas panggung, juga terjadi berbagai hal yang disiapkan di belakang layar. Salah satu halnya yaitu foto karakter atau “meet the characters” di mana orang-orang bisa mengenali semua karakter penting yang ada di cerita dr. Lo. Hal ini menjadi sangat berkesan karena tempat fotonya terjadi di rumah saya, rasanya cukup mencengangkan untuk melihat setengah kelas di rumah dari pulang sekolah sampai malam untuk mendapatkan foto terbaik. Untungnya, foto yang kita ambil semua bisa digunakan, termasuk poster untuk dr. Lo.

Saya harus membagi waktu antara latihan, revisi naskah, sekolah, dan tanggung jawab lainnya. Rasa lelah dan kewalahan sering kali muncul, namun pengalaman ini justru melatih saya untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan setia pada komitmen yang telah saya ambil. Dalam setiap prosesnya, saya berusaha melibatkan Tuhan melalui doa agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan kelapangan hati dalam menjalani setiap tugas.
Hal yang paling berkesan bagi saya dari UPRAK ini adalah karakter cerita dr. Lo, yang lebih mengutamakan penyelamatan nyawa dibandingkan kepentingan materi atau uang. Nilai ini memberikan makna yang sangat mendalam, karena mengingatkan saya bahwa kemanusiaan dan kasih kepada sesama harus selalu menjadi prioritas utama. Karakter tersebut juga mencerminkan semangat Vinsensian, yaitu melayani dengan hati, tanpa pamrih, dan mengutamakan martabat manusia di atas kepentingan pribadi. Melalui karakter dr. Lo, saya belajar bahwa keberhasilan sejati bukan diukur dari keuntungan materi, melainkan dari seberapa besar dampak kebaikan yang dapat kita berikan kepada orang lain.
Secara keseluruhan, persiapan UPRAK Pagelaran Kelulusan ini menjadi proses pembelajaran yang sangat berarti bagi saya. Saya tidak hanya belajar tentang seni pertunjukan, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan seperti kerendahan hati, kelembutan hati, kesabaran, tanggung jawab, dan kerja sama. Semua proses yang saya jalani, mulai dari revisi naskah yang berulang, latihan tari yang melelahkan, hingga persiapan menjelang hari pentas, saya yakini sebagai bagian dari rencana Tuhan untuk membentuk pribadi saya menjadi lebih dewasa, beriman, dan siap menghadapi masa depan. Pada akhirnya, saya sangat bahagia persiapan yang kita lakukan sekelas terlihat di hari pertunjukan.

