Sebelum memulai proses memasak, terlebih dahulu kami dibagi menjadi dua kelompok untuk memasak, salah satu membuat Beijing beef, dan satu lagi membuat tanghulu. Anggota sie memasak kami bertugas untuk memasak Beijing beef dan tanghulu. Kami mengerjakan masakan dengan penuh semangat, meski sempat terjadi perdebatan mengenai urutan bahan yang harus dimasukkan. Ada yang berpendapat bahwa bahan tertentu harus dimasukkan terlebih dahulu, sementara ada juga yang mengusulkan sebaliknya. Meski mengalami perbedaan pendapat, seiring waktu kami berhasil bekerja sama dengan baik dan menjaga komunikasi yang lancar.

Kami membagi tugas secara jelas; ada yang memotong daging, membuat saus dan marinasi bumbu, hingga mengatur plating, untuk plating, disini kami dibantu oleh ai kantin di kantin terang, kami juga membeli nasi disana, dengan bantuan ai kantin, sajian masakan kami pun terlihat lebih cantik dan menggugah selera, saat menumis daging untuk beijing beef, kami juga bergantian dan membagi bagian untuk siapa yang menumis dagingnya, siapa yang memasukkan bumbunya, dan siapa yang menyiapkan bahan bahan dasar.
Kami juga membuat side dish yaitu tanghulu. Kita pertama mengupas jeruk dahulu dan menusuk anggur, stroberi, dan anggur. Kita kemudian membuat gula lapisan luar tanghulu, kami gagal beberapa kali, tapi gula yang kita buat terakhir kalinya okay aja. Suasana selama memasak sangat seru dan ramai, karena kami bersinergi bersama-sama untuk membuat masakan yang sedap. Menurut kami, kerja sama dan komunikasi antar sesama menjadi kunci keberhasilan kami dalam berproses bersama. Pelaksanaan kegiatan memasak pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang signifikan. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa dengan saling menghargai dan berkomunikasi, segala tantangan dapat diatasi bersama.

