








Kisah hidup Dr. Lo Siaw Ging merupakan kisah yang mampu menginspirasi banyak orang untuk membantu sesama dalam keadaan susah maupun mudah dan dengan rendah hati tanpa pamrih. Dalam setiap masa-masa hidupnya, ada banyak nilai yang bisa kita pelajari salah satunya saat dia tetap mau menolong seorang pasien yang tidak mampu disaat kondisi ekonominya pun sedang kurang. Pada momen itu, kita bisa belajar bahwa membantu orang lain tidak bergantung pada kondisi baik ataupun buruknya dari hidup kita, melainkan dari tulus atau tidaknya hati kita untuk menolong orang tersebut. Dr. Lo bisa saja menolak dan mulai mengambil untung dari pasien-pasiennya agar kondisi ekonominya membaik, tetapi ia tidak melakukan hal demikian. Dr. Lo tetap membantu pasien-pasiennya tanpa mengharapkan imbalan dan bahkan memberikan layanan gratis bagi mereka yang tidak mampu.
Dalam proyek kolaboratif ujian praktek ini, saya mempunyai peran yang sering bekerja di balik layar, yaitu menjadi salah satu anggota sie dekorasi dan publikasi, dimana tugas kami adalah membuat dekorasi properti dan desain feeds Instagram kelas. Selain itu, saya juga termasuk anggota sie musik dimana kami mengerjakan instrumen-instrumen musikal yang akan kami pakai saat ujian berlangsung serta membantu melatih teman-teman kami yang mendapatkan peran menyanyi saat ujian berlangsung. Selama proses mengerjakan proyek ini, saya mampu mengetahui banyak sifat & kebiasaan yang dimiliki oleh teman-teman saya & saya menjadi terbiasa bekerja sama dengan banyak orang. Tidak hanya itu, pastinya dalam proses itu semua, kesabaran kami pun juga diuji karena setiap dari orang-orang yang ada pasti mempunyai kemampuan yang berbeda dan juga pendapat yang berbeda sehingga mampu menimbulkan gesekan-gesekan kecil apabila tidak dilakukan dengan tenang & sabar. Contohnya, saat kami berlatih menyanyi untuk bagian musikal di adegan tertentu, ada anak yang mampu mempelajari bagiannya dengan cepat dan ada juga yang perlu proses untuk mempelajarinya. Ada juga anak yang rajin untuk mempelajari bagian menyanyinya dan ada juga yang tidak serajin yang lain. Segala perbedaan sifat ini mengajarkan saya untuk lebih sabar lagi dalam membantu teman-teman saya & membantu pengelolaan emosi saya.
Melalui proses yang saya jalani selama proses pembuatan proyek ujian praktek ini, 2 nilai Vinsensian yang paling menonjol adalah mati raga & kerendahan hati. Nilai mati raga sangat terimplementasikan selama proses pembuatan ujian praktek karena setiap orang pasti mempunyai agenda pribadi masing-masing ataupun keinginan hati masing-masing, mungkin itu kemalasan ataupun kelelahan yang dirasakan ketika latihan. Perasaan tersebut harus “dimatikan” agar semua proses dapat berjalan dengan lancar dan mampu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Nilai rendah hati mulai berlaku ketika adanya perbedaan pendapat dengan satu sama lain, ada yang merasa idenya yang paling bagus dan ada juga yang tidak setuju. Dalam situasi tersebut, kerendahan hati sangat diuji agar kami tetap tenang dan tidak egois ketika dihadapkan dengan situasi tersebut dan mampu menghadapi situasi seperti itu dengan tenang tanpa keributan.
