

Bagian hidup yang paling menarik dari tokoh Dr. Lo Siaw Ging adalah semangat pengabdiannya dalam membantu orang lain dengan tulus. Ia digambarkan sebagai sosok yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap sesama. Dalam perjalanan hidupnya, ia tetap teguh menjalankan tugas meskipun menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan. Keteladanan ini membuat saya belajar bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat melayani dan memberi manfaat bagi orang lain. Kisahnya menjadi inspirasi bagi kami dalam menjalani proses uprak, karena menunjukkan pentingnya tanggung jawab, ketulusan, dan kerja keras.

Dalam proyek kolaboratif ujian praktek ini, saya berperan dalam divisi koreografer. Tugas saya adalah membantu mengajarkan teman-teman yang kurang lihai atau masih kesulitan dalam mempelajari koreografi. Saya berusaha membimbing mereka dengan sabar agar bisa mengikuti gerakan dengan baik dan percaya diri saat tampil. Selain itu, saya juga beberapa kali membantu tim perlengkapan dalam membuat properti yang diperlukan. Dari peran ini, saya belajar bahwa kerja sama sangat penting karena keberhasilan penampilan bukan hanya bergantung pada satu orang, tetapi pada kontribusi seluruh anggota tim.
Pada gladi kotor tanggal 10 Februari, latihan berjalan dengan tempo yang cukup cepat karena fokusnya hanya pada blocking panggung dan latihan penggunaan properti. Meskipun waktunya terbatas, kami berusaha memahami perpindahan posisi, alur masuk-keluar panggung, serta memastikan properti digunakan dengan benar. Latihan ini membantu kami melihat gambaran besar penampilan, walaupun masih terasa belum sepenuhnya maksimal. Namun, dari sini kami mulai lebih memahami bagian masing-masing dan menyadari apa saja yang perlu diperbaiki sebelum tampil.




Kemudian pada gladi bersih tanggal 11 Februari, latihan berjalan cukup baik dan lebih terstruktur dibanding sebelumnya. Alur cerita sudah lebih jelas dan koordinasi antar tim juga semakin rapi. Namun, masih ada sedikit kekurangan, terutama pada scene 7 yang belum terlalu rapi, serta saya sendiri sempat melakukan secuil kesalahan. Meski begitu, kesalahan tersebut menjadi pembelajaran penting agar saya bisa lebih fokus dan teliti saat hari penampilan. Kami semua saling mendukung dan berusaha memperbaiki kekurangan agar dapat tampil maksimal.

Akhirnya pada hari-H tanggal 13 Februari, seluruh rangkaian penampilan berjalan dengan baik dan lancar. Semua usaha, latihan, dan kerja sama yang telah kami lakukan terbayar dengan hasil yang memuaskan. Suasana setelah penampilan dipenuhi rasa lega, bangga, dan haru, bahkan diakhiri dengan tangisan bahagia karena kami berhasil melewati proses panjang ini bersama-sama. Dari pengalaman ini, saya merasakan nilai matiraga melalui pengorbanan waktu dan tenaga, serta kerendahan hati dengan saling membantu dan mendukung satu sama lain. Ujian praktek ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, kebersamaan, dan pembelajaran hidup yang sangat berharga.








