Proses ujian praktik yang saya lakukan memberikan banyak pengalaman dan pelajaran yang bermakna untuk masa depan ku, baik secara pribadi maupun dalam kerja kelompok. Ujian praktik ini tidak hanya menilai kemampuan keterampilan dan bekerjasama, tetapi juga membantu saya untuk memahami nilai kehidupan yang diterapkan di kehidupan sehari hari misalnya saling berkorban, saling melengkapi dan peka terhadap sesama.


Dalam proyek kolaboratif ujian praktek ini, saya memiliki dua peran yaitu sebagai preman dan sebagai anggota perlengkapan, sebagai preman, saya memerankan tokoh yang tidak memiliki uang sehingga menagih uang kepada Dr Lo karena dr lo dianggap orang tionghoa yang kaya. peran ini cukup menantang karena saya harus memainkan karakter antagonis yang berbeda dari kepribadian saya sehari hari. Namun, dari peran ini saya belajar memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan alasan atas tindakannya, meskipun perbuatan tersebut tidak benar. Sementara itu, sebagai anggota perlengkapan saya mengalami kesulitan dalam menyiapkan properti dan mengatur kebutuhan barang selama pementasan, saya juga kesusahan dalam mengkreasikan barang-barang agar dapat mencerminkan suasana yang sesuai di dalam cerita, hal ini menguji kesabaran, dan kerjasama saya dengan teman teman. saya menyadari bahwa bagian perlengkapan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pagelaran, meskipun seringkali tidak terlihat secara langsung oleh penonton, saya juga belajar menerima kritik, mengakui kesalahan, dan terus berusaha memperbaiki diri demi hasil yang lebih baik.
Script reading 1, 6 November 2026 – A207

Setelah kami mendapatkan masing masing karakter/peran keesokan harinya ada waktu senggang untuk membaca naskah drama uprak kami, kesulitan yang saya alami adalah susah untuk mendalami peran dan menghafal naskah drama untungnya teman-teman yang sama perannya denganku membantu ku untuk memvisualisasikan karakter yang aku mainkan.
Latihan 1, 3 Desember 2025 – A207

Ahkirnya setelah sekian lama, kami melakukan latihan 1, saya berlatih memainkan peran menjadi preman pada bagian scene 3, saya mengalami kesulitan yaitu menghafalkan script naskah ditambah disini saya harus bermain musikal drama jadi kendala nya yaitu belum hafal dan suara masih fals, namun kedua rekan saya naomi dan agnes membantu ku untuk menghafal scriptnya dan berlatih liriknya agar nada tidak fals.
Latihan 2, 10 Desember 2025 – A207

Disini kami fokus untuk latihan scene 4 yaitu scene dimana aku sebagai preman terkena penyakit, disini aku harus akting seharusnya orang sakit dan mendalaminya, pada saat latihan aku merasa kesulitan untuk mendalaminya karena penyakit hipertiroid ini tidak biasa terjadi di kalangan masyarakat, jadi saya susah untuk memeragakannya namun alin seorang koordinator scriptwriter membantuku dalam mendalami karakter ini . Seiring berjalannya waktu aku sudah mulai terbiasa dengan scene ini.
Latihan bersama sie acara, 15 Desember 2025 – Bangsal

Setelah sekian banyak kami berlatih, ahkirnya hari yang penuh ketakutan itu datang, kami berlatih dengan sie acara, disini kami berlatih ditonton para guru, kami menerima eval dan kritikan tentang pendalaman karakter lalu jalan ceritanya dan sebagainya. Disini kami belajar untuk tidak mudah puas namun terus belajar untuk berkembang lebih lagi agar menghasilkan hasil yang maksimal.
Latihan setelah libur nataru, 10 Januari 2026 – A207


Disini kami berlatih kembali setelah liburan yang cukup lama untuk mendalami karakter yang kami mainkan, melatih ekspresi, melatih blocking dan lain-lain. Disini juga kami pertama kali melakukan meditasi sebelum teater untuk lebih memasuki karakter yang kami mainkan, kendala yang kami hadapi adalah ruangan yang cukup kecil sehingga kami harus memindahkan meja dan kursi hal tsb memakan waktu cukup banyak.
Latihan 12 Januari 2026 – Bangsal


Pada waktu itu, kami ada jadwal latihan di bangsal hal tersebut merupakan kesempatan berharga bagi kami karena kami dapat mencoba panggung asli yang akan kami gunakan di hari H nantinya namun ada beberapa kendala, kelas kami harus berpindah ke gedung D karena salah satu teman kami yaitu ethan mengalami cidera kaki, sehingga kami harus bersama-sama memindahkan properti dari gedung A ke gedung, pada saat latihan di bangsal kami juga keteteran akan perpindahan properti karena saat latihan kita cenderung mendorong properti dan tempatnya kecil sedangkan di bangsal tempatnya besar dan properti harus diangkat menyebabkan anak anak properti kaget.
Latihan 14 Januari 2026, V-hall

Hari itu, kami diberikan jadwal untuk latihan di vhall disini kami mulai terbiasa dengan alur cerita ekspresi blocking dan pendalaman karakter, namun pada saat latihan disini kami kesusahan dengan sound dan lcd karena harus di setting dari awal dan menyesuaikan yang ada di vhall hal tersebut memakan banyak waktu sehingga digunakan penari untuk latihan blocking terlebih dahulu, pada latihan ini kami juga terdapat perombakan pada beberapa scene sehingga perlu pendapat teman teman.
Latihan 19 Januari 2026 – Rumah Mandy

Pada waktu itu, kami berencana untuk memantapkan drama dengan latihan per scene, disini aku berlatih scene 3. kami fokus latihan blocking, ekspresi dan karakter agar emosi dapat tersampaikan ke penonton. kendala yang saya hadapi mungkin blocking terkadang saya lupa blocking yang benar sehingga sering kali saya tertutupi karakter lainnya lalu cuaca hujan sehingga pulang kerumah agak malam. namun di latihan kali ini saya merasa lebih intens dan terfokus karena hanya latihan 1 scene saja.
Foto “meet the character” 20 Januari 2026 – Rumah Christy


Pada saat itu kami diberi waktu untuk latihan di jam pelajaran agama, Puji Tuhan kami dapat memaksimalkan latihan tersebut walaupun hanya run trough sekali. kendala yang kami hadapi harus memindahkan meja dan kursi hal tersebut terkadang memakan waktu yang cukup banyak namun dengan bersama sama hal itu menjadi terasa cepat, pada saat latihan kami juga kedatangan Pak Yogi, kami menerima kritik dan saran tentang lagu, takutnya lagu yang kami pakai copyright, namun kami coba dengan live streaming di youtube. lalu di sore hari kami melakukan foto karakter untuk bahan upload di instagram agar mereka tahu karakter karakter yang diperankan di drama ini.
Latihan 22 Januari 2026 – Vision Studio


Hari itu adalah h-1 kami ujian KTI namun tidak menutup semangat dalam drama yang sudah kami rancang, siang hari aku dan teman teman mulai mencicil mengerjakan sepeda yang akan kami jadikan motor. terdapat beberapa kendala yaitu pemasangan nya rencana awal kami hanya menggunakan lakban bening, namun hal tersebut tidak bisa, sehingga kami berfikir untuk menggunakan kabel tis dalam menempelkan kardus ke sepeda dan menggunakan lem tembak agar erat. lalu di sore hari kami latihan di vision studio, disitu kita berlatih menggunakan rumbai rumbai yang akan dilemparkan pada scene demo, awalnya agak kacau dan tidak beraturan namun setelah kami ulang ulang, terlihat bagus dan rapi.
Latihan bersama Sie Acara 26 Januari 2026 – Bangsal

Disini kami berkesempatan kembali untuk mencoba bangsal, kami sudah mulai terbiasa penempatan properti, blocking dan luasnya bangsal seperti apa, namun keluar masuknya properti masih riweh dan tidak rapi dikarenakan anak anak belum terbiasa, namun hal tersebut jauh lebih baik daripada latihan 1 dengan sie acara, semua peran sudah hafal scriptnya masing masing.
Latihan 29 Januari 2026 – BAV Studio

Pada latihan kali ini kami mencoba runtrough terus menerus agar semua bisa hafal dan memahami jalan cerita dari drama kami. disini pada saat scene 3 yaitu saat preman mengambil uang dr lo, kami menabahkan gerakan tambahan, dr lo yang mengambil kembali uang hasil curian. hal tersebut membuat scene 3 semakin menegangkan.
Latihan 2 Februari 2026 – Francis Hall

Hari H semakin dekat, disini kami berlatih kembali di francis hall untuk memantapkan alur cerita. kendala yang kami hadapi disini yaitu pada saat scene demo. scene demo terasa kurang dramatis dan agak aneh. oleh karena itu saya dan anak anak lainnya berusaha mencari ide
Latihan 3 Februari 2026 – Vhall


Pada hari keesokannya kami dapat kesempatan kembali berlatih di vhall, disini kami sudah menggunakan mic untuk test suara. lalu disini kami juga kembali memvisualisasikan demo. ahkirnya kami menemukan ide untuk menambahkan properti properti demo seperti tong tong lalu jirigen dan sebagainya. kami mendapatkan barang barang tersebut dari sampah depan dan kami daur ulang menjadi properti demo.
Latihan 3 Februari – Bangsal

Disini kami kembali berkesempatan untuk latihan di bangsal. kami juga berlatih pertukaran mic antara peran ke peran saat hari H. kami memvisualisasikannya menggunakan kertas yang kami tempelkan di pakaian. lalu kami juga berlatih keluar masuknya properti. pada saat scene demo kami menambahkan banyak properti sehingga perlu dilatih kembali siapa yang membawa properti-properti tersebut kedalam panggung. namun disini saya merasa demo ini kurang menarik untuk ditonton sehingga dirumah saya mereview kembali video kami berlatih dan keesokan harinya saya punya ide.
Penambahan konsep scene demo, 4 Februari 2026


Keesokan harinya, saya menjelaskan konsep tambahan untuk scene demo agar terlihat dramatis dan menarik. jadinya kami menggunakan kain dan koran sepanjang 13 meter untuk memvisualisasikan rumah dr lo yang lagi di demo. kami memanfaatkan siluet yang dihasilkan dari senter untuk merekam pembicaraan dr lo dan maria saat dirumah dan emosinya melonjak saat merobek koran tersebut.
Konfirmasi penutup kasur, 4 Februari 2026

Sore harinya kami ke bu meri, nama penjahit langganan kami selama ujian praktik ini. kami kesana untuk konfirmasi kain kasur apakah ukurannya sudah sama atau belum. kami kesana juga untuk menjahit kain 13 meter yang sudah kami rancang sebelumnya. disini kami belajar terstruktur dan sistematis, bahwa masalah harus dihadapi satu satu agar terselesaikan dengan sempurna.
Pembuatan kain dan penyambungan koran, 5 Februari 2026


Hari itu, kami mulai menempelkan koran yang sudah dibuat disekolah, dirumah mike kami mencoba membeberkan kain yang sudah kami jahit di bu meri. namun ternyata ada beberapa kendala yaitu kainnya yang kurang tinggi sehingga kami harus kembali lagi untuk membeli kain di toko kain dan kembali menjahitkannya lagi di bu meri. lalu karena kain kita yang sangat panjang kita juga memikirkan cara agar kain tersebut tidak kendor. ahkirnya berencana untuk menambahkan tali di sepanjang kain tersebut. kami belajar bahwa tanpa mencoba kita tidak akan tahu kesalahan kesalahan yang terjadi, dari kesalahan tersebut kami belajar untuk terus berkembang lebih baik lagi agar hasil dapat dicapai dengan maksimal.
Revisi kain, Beli tali tampar, 6 Februari 2026


Kami dihari ini ahkirnya membeli tali tampar dulu sepanjang 14 meter, lalu membeli kain tambahan, dan menjahitkan ke bu meri. sungguh perjalanan yang lumayan melelahkan namun proses tidak akan menghianati hasil, saya meminta bu meri kainnya jadi keesokan harinya untuk di test
Test kain, 7 Februari 2026 – Belle Studio dan Rumah Mike


Ahkirnya kain sudah jadi, koran sudah kami tempelkan tali sudah kami pasang namun ada masalah lagi yang harus kami hadapi. kain sepanjang 13 meter tersebut kendor kedepan, ahkirnya kami putar otak. sehingga kami menemukan solusi kami menambahkan dua tongkat di tengah kain kanan dan kiri kain agar tidak kendor. namun kami ahkirnya merombak pengambilan properti scene 5 dan scene 6. sehingga keempat tongkat terpegang dan kain bisa terpasang dengan benar. kami belajar bahwa setiap proses jika dijalani bersama sama akan dapat terselesaikan dengan benar.
Gladi kotor, Gladi bersih, Pagelaran, 10, 11, 13 Februari 2026

Kita mulai pada gladi kotor, kami tidak berhasil membeberkan kain 13 meter itu dengan waktu yang cepat sehingga kain tidak berhasil kita tunjukkan. lalu pulang sekolah kami berlatih dirumah mike untuk persiapan gladi bersih. namun saat gladi bersih kain berhasil terbeber namun tulisannya terbalik. hal tersebut membuat kami kecewa dan sedih sehingga kami punya ide untuk menandai tongkat tersebut menggunakan spidol dan lakban agar mike dan vinsen tidak salah tarik. h-1 tampil kami latihan di francis terus menerus agar berhasil saat hari H nantinya. lalu tiba tiba teman kami punya ide untuk menambahkan pintu di koran agar penonton dapat menangkap apa yang kami inginkan. sehinnga h-12 jam kami harus membeli pilox dan menghias koran menjadi sebuah pintu. hari H pun tiba. kami berhasil membeberkan kain sepanjang 13 meter tersebut. saya belajar bahwa masalah pasti selalu datang namun bagaimana masalah tersebut bisa kita selesaikan bareng bareng sehingga menciptakan hasil yang maksimal dan apa yang kita inginkan. Aku bersyukur pagelaran ini bisa terealisasikan dengan kemauan kita sehingga tidak ada penyesalan dalam diri saya dan teman teman saya. saya juga bangga bisa ambil bagian untuk ikut berpartisipasi dalam menyumbang ide kritik dan saran. Semoga pagelaran ini dapat menginspirasi banyak orang dan menjadi kenangan buatku di masa SMA ini.

